Membantu Orang Lain Mendapat Ganjaran Besar

PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi SAW bersabda, “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, meringankan kesusahan orang lain, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu keperluan, maka hal itu lebih aku cintai daripada iktikaf sebulan di masjid ini iaitu masjid Nabawi di Madinah selama sebulan penuh (HR. Tobarani dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Status hadis hasan dalam Sahih Al Jaami’ no. 176).

Pengajaran:

1. Muslim yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat kepada orang lain.

2. Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat orang lain bahagia antaranya dengan cara meringankan kesusahan seseorang, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya.

3. Orang yang menemani saudara Muslim yang lain untuk membantu bagi memenuhi keperluannya, maka itu lebih dicintai Allah daripada dia beriktikaf sebulan di masjid Nabawi.

Jadilah Manusia Terbaik

PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَفَ عَلَى أُنَاسٍ جُلُوسٍ فَقَالَ : ” أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُمْ مِنْ شَرِّكُمْ ” قَالَ : فَسَكَتُوا فَقَالَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ رَجُلٌ : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنَا بِخَيْرِنَا مِنْ شَرِّنَا قَالَ : ” خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ وَشَرُّكُمْ مَنْ لَا يُرْجَى خَيْرُهُ وَلَا يُؤْمَنُ شَرُّهُ ”

Daripada Abu Hurarirah RA berkata, “Nabi SAW melewati sekelompok orang yang sedang duduk. Baginda SAW bersabda, “Mahukah aku beritahu kalian, orang yang terbaik di antara yang terburuk dalam kalangan kalian?” Mereka pun terdiam. Rasulullah SAW pun mengulangi pertanyaan tersebut sampai tiga kali. Kemudian mereka pun menjawab, “ya, wahai Rasulullah! Beritahu kepada kami siapakah orang yang terbaik di antara yang terburuk di antara kami.” Rasulullah SAW kemudian bersabda,“Manusia terbaik di antara kalian adalah yang diharapkan kebaikannya dan orang lain merasa aman dari gangguannya. Manusia terburuk di antara kalian adalah yang tidak diharapkan kebaikannya dan orang lain juga tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Tirmidzi no. 2263, Ahmad no. 8812, dan Ibnu Hibban no. 528. Dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2603).

Pengajaran:

1. Manusia yang terbaik adalah yang sentiasa mendatangkan kebaikan kepada orang lain dan orang lain merasa aman dari gangguannya.

2. Manusia terburuk adalah yang tidak mendatangkan kebaikan kepada orang lain malah orang lain merasa tidak aman dari gangguannya

3. Jadikanlah kehadiran kita ditengah-tengah masyarakat sebagai orang yang bermanfaat dan dirasai oleh orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah orang paling bermanfaat bagi orang lain. (HR Ibn Hibban No: 2/48)

4. Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat pada orang lain. Sabda Rasulullah SAW:

أحَبُّ النَّاسِ إلى اللهِ أنفَعُهم للنَّاسِ

Orang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.
(Riwayat at-Tabrani) Al-Mu’jam Al-Ausot, no.hadits dan juzu’ : 6/139

5. Jauhilah diri dari menjadi orang yang buruk akhlak dan orang lain tidak merasa aman dengan kehadiran kita di dalam masyarakat.

Moga kita berusaha menjadi orang yang bermanfaat.

Balasan Pengumpat dan Pengaib

PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَمَّا عُرِجَ بِي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda : ‘Ketika aku dinaikkan ke langit (pada malam isra dan mikraj), aku melalui satu kaum yang mempunyai kuku dari tembaga dan mereka mencakar-cakar muka dan dada mereka, maka aku berkata : Siapakah mereka wahai Jibril? Jibril menjawab : Merekalah orang-orang yang memakan daging manusia (mengumpat) dan mengaibkan maruah mereka.” (Riwayat Abu Daud No: 4878) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1. Islam adalah agama yang mementingkan akhlak dan adab terpuji

2. Islam melarang umatnya berakhlak buruk seperti mengumpat serta mengaibkan orang lain.

3. Rasulullah SAW diperlihatkan pada malam baginda di isra dan dimikrajkan sekumpulan manusia yang mempunyai kuku dari tembaga dan mereka menyiksa diri sendiri dengan mencakar-cakar muka dan dada mereka. Jibril memberitahu mereka berbuat demikian kerana semasa di dunia mereka mengumpat dan mengaibkan orang Islam lain.

4. Orang yang gemar membicarakan aib orang lain, sebenarnya tanpa ia sedari ia sedang memperlihatkan jati dirinya yang asli. Semakin banyak aib yang ia sebarkan, maka semakin jelas keburukan diri si penyebar itu. Allah mengingatkan dengan nada keras kepada golongan ini:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلۡفَٰحِشَةُ فِي ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ١٩

Sesungguhnya orang-orang yang suka menghebah tuduhan-tuduhan yang buruk dalam kalangan orang-orang yang beriman, mereka akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya di dunia dan di akhirat dan (ingatlah) Allah mengetahui (segala perkara) sedang kamu tidak mengetahui (yang demikian). (An-Nur: 19)

Orang mukmin perlu menjaga agar jangan sampai mengumpat dan mengaibkan orang lain hingga menjadi penyebab diseksa di akhirat dengan mencakar dada dan muka sendiri.

Zikir dan Doa Yang Afdhal

PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ كَثِيرٍ الأَنْصَارِيُّ قَالَ: سَمِعْتُ طَلْحَةَ بْنَ خِرَاشٍ قَالَ: سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ لِلَّهِ

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ibrahim bin Katsir al-Ansari berkata, aku mendengar Talhah bin Hirasyh berkata: Aku mendengar Jabir bin Abdullah berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Zikir yang paling afdhal (utama) ialah, “Tidak ada Tuhan selain Allah,” dan doa yang paling afdhal ialah, “Segala puji bagi Allah.” (HR Tirmizi No: 3383) Status: Hadis Hasan

Pengajaran:

1. Berzikir dan berdoa adalah suatu tuntutan dan keperluan kepada setiap Muslim

2. Zikir yang utama adalah kalimah:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

3. Doa yang paling utama adalah kalimah:

الحَمْدُ لِلَّهِ

Segala pujian hanyalah untuk Allah

Kalimah Alhamdulillah adalah lafaz lisan yang diucapkan sebagai pujian dan bersyukur seseorang di atas segala nikmat yang Allah SWT berikan kepadanya.

4. Kalimah Alhamdulillah lebih baik dari harta yang dimiliki oleh seseorang walaupun harta itu sepenuh langit dan bumi.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” لَوْ أَنَّ الدُّنْيَا كُلَّهَا بِحَذَافِيرِهَا بِيَدِ رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي ” ثُمَّ قَالَ : ” الْحَمْدُ لِلَّهِ لَكَانَتِ الْحَمْدُ لِلَّهِ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ

Anas RA juga meriwayatkan , bahawa Nabi SAW bersabda: seandainya dunia dan semua isinya berada ditangan seseorang dari ummatku kemudian ia mengucapkan Alhamdulillah, nescaya kalimat (Alhamdulillah) yang ucapkan itu lebih baik dari dunia dan isinya (Dailami 3/359 No: 5083)

Marilah kita memperbanyakkan lafaz zikir dan doa terafdhal.

Berterima Kasih Atas Pemberian Orang Lain

PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ

Abu Hurairah RA berkata, bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak bersyukur kepada Allah seorang yang tidak bersyukur kepada manusia.” (HR. Abu Daud: No 4177) Status: Hadis Sahih di dalam kitab Silsilat Al Ahadis Ash Shahihah, 1/702.

Pengajaran:

1. Orang yang tidak berterima kasih di atas kebaikan orang lain terhadapnya bermakna, ia tidak bersyukur kepada Allah di atas limpah nikmat yang diperolehi.

2. Al-Khaththaby berkata: barangsiapa kebiasaannya adalah kufur terhadap nikmat (kebaikan) orang dan tidak bersyukur atas kebaikan mereka, maka nescaya termasuk kebiasaannya adalah kufur terhadap nikmat Allah SWT dan tidak bersyukur kepada-Nya.

3. Allah SWT tidak menerima syukur seorang hamba atas kebaikan Allah kepadanya, jika seorang hamba tidak bersyukur kepada kebaikan orang lain terhadapnya. Lihat kitab Sunan Abu Daud dengan Syarah Al Khaththaby, 5/ 157-158.

Ucapkan terima kasih dengan lafaz Jazakallah hu khairan sebagai ucapan terima kasih kepada kebaikan orang lain kepada kita. Moga ia menjadi sebahagian daripada tanda kita bersyukur kepada Allah.

Cara Membalas Kebaikan Orang Lain

PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَنْ أُعْطِىَ عَطَاءً فَوَجَدَ فَلْيَجْزِ بِهِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُثْنِ بِهِ فَمَنْ أَثْنَى بِهِ فَقَدْ شَكَرَهُ وَمَنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ.

Jabir bin Abdullah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang diberikan sebuah hadiah, lalu ia mendapati kecukupan maka hendaknya ia membalasnya, jika ia tidak mendapati maka pujilah ia, barangsiapa yang memujinya, maka sesungguhnya ia telah bersyukur kepadanya, barangsiapa menyembunyikannya sesungguhnya ia telah kufur.” (HR. Abu Daud No: 4179) Status: Hadis Sahih.

Pengajaran:

1. Islam mengajar umatnya membalas kebaikan yang diberikan oleh orang lain.

2. Cara membalas kebaikan dan pemberian orang lain:

a. Membalas pemberian tersebut dengan sebaiknya

b. Memuji kebaikan atau pemberian orang tersebut

c. Mengucapkan Jazakallah khairan kepada orang tersebut

d. Mendoakan orang tersebut

Ayuh balaskan kebaikan serta pemberian orang lain dengan yang lebih baik.

Penuntut Ilmu Didampingi Malaikat

PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS

Penuntut Ilmu Didampingi Malaikat

عَنْ صَفْوَانَ بْنَ عَسَّالٍ الْمُرَادِيَّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ خَارِجٍ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ إِلَّا وَضَعَتْ لَهُ الْمَلَائِكَةُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا بِمَا يَصْنَعُ

Dari Shafwan bin Assal Al Muradi, ia berkata, Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:”Tidaklah seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu kecuali para malaikat akan mengembangkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut kerana redha dengan apa yang ia kerjakan.” (HR Ibnu Majah No: 222) Status: Hasan Sahih

Pengajaran:

1. Menuntut ilmu adalah suatu tuntutan ke atas setiap Muslim

2. Setiap Muslim yang keluar dari rumah untuk menuntut ilmu akan sentiasa dinaungi para Malaikat.

3. Menuntut ilmu tidak hanya terhad kepada golongan pelajar di peringkat sekolah mahupun Institut Pengajian Tinggi, malah setiap masa, tempat dan usia. Allah mengangkat darjat orang yang berilmu:

يَرْفَعِ اللَّـهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Supaya Allah SWT meninggikan darjat orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan (daripada kalangan kamu) dengan beberapa darjat”. [al-Mujadalah:11]

Rasulullah mengajar kita berdoa agar mendapat ilmu bermanfaat

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Dari Ummu Salamah berkata, “Selepas salam dalam solat subuh Nabi SAW mengucapkan: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima (Ibn Majah No 915) Status: Sahih

Marilah kita memulakan azam tahun baru 2019 ini untuk sentiasa menambah ilmu. Semoga dengan ilmu yang bermanfaat, kita menjadi warganegara Malaysia yang “celik” “bijak” dan “cerdik” untuk menyumbang membangunkan Malaysia menjadi Negara Rahmah.

Ucapan Ketika Melihat Suatu Yang Disukai dan Dibenci

PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS

Ucapan Ketika Melihat Suatu Yang Disukai dan Dibenci

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Dari ‘Aisyah RA dia berkata; “Apabila Rasulullah SAW melihat sesuatu yang baginda sukai, baginda akan mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan menjadi sempurna.” dan apabila baginda melihat sesuatu yang dibenci, baginda mengucapkan: “Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.” (Sunan Ibnu Majah No: 3793) Status: Hadis Hasan

Pengajaran:

1. Rasulullah SAW mengajar kepada kita adab apabila melihat sesuatu sama ada yang disukai atau yang dibenci.

2. Apabila melihat sesuatu yang disukai, hendaklah kita mengucapkan kalimah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan menjadi sempurna.”

3. Apabila melihat sesuatu yang kita benci hendaklah kita mengucapkan kalimah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

“Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan

Mari kita amalkan kalimah terpuji apabila melihat sesuatu yang disukai mahupun juga yang dibenci

Sayangi Anak Anak

PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS

Sayangi Anak-Anak

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَدِمَ نَاسٌ مِنْ الْأَعْرَابِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا أَتُقَبِّلُونَ صِبْيَانَكُمْ قَالُوا نَعَمْ فَقَالُوا لَكِنَّا وَاللَّهِ مَا نُقَبِّلُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمْلِكُ أَنْ كَانَ اللَّهُ قَدْ نَزَعَ مِنْكُمْ الرَّحْمَةَ

Dari Aisyah RA dia berkata, “Sekelompok orang badwi datang menemui Rasulullah SAW, mereka berkata, “Apakah kalian mencium anak-anak kalian?” Para sahabat menjawab, “Ya.” Maka orang-orang Arab Badwi itu berkata, “Demi Allah, kami tidak pernah melakukannya.” Maka Nabi SAW bersabda: “Aku memiliki apa yang telah Allah hilangkan dari sikap kasih sayang kalian.” (Sunan Ibnu Majah No: 3655) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1. Menjadi tanggungjawab ibu bapa untuk mengasihi dan menyayangi anak mereka.

2. Mendidik anak-anak menerusi kasih sayang dan ciuman.

3. Allah tidak akan menyayangi sesiapa yang tidak menyayangi manusia lain. Sabda Nabi SAW:

عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرْحَمُ اللَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمُ النَّاسَ

Dari Jarir bin Abdullah berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak akan menyayangi sesiapa yang tidak menyayangi manusia.” (HR Bukhari No: 6828) Status: Hadis Sahih

Kasihilah anak-anak, semoga kita akan dikasihi.

Keutamaan Orang Berilmu

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ يَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانِ فِي الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Dari Abu Darda “Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melalui satu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan permudahkan baginya jalan menuju syurga. Para Malaikat akan membentangkan sayapnya kerana redha kepada penuntut ilmu. Penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di dalam air mendoakan keampunan kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya, keutamaan seorang alim dibanding dengan seorang ahli ibadah adalah ibarat bulan purnama atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar mahupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bahagian yang sangat besar.” (HR Ibnu Majah No: 219) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1. Orang yang berusaha mencari ilmu sama ada ilmu fardhu ain mahupun fardhu kifayah, Allah akan mempermudahkan baginya jalan menuju ke syurga.

2. Orang yang berada di majlis ilmu untuk menuntut ilmu, akan sentiasa dinaungi sayap Malaikat dan didoakan agar dicucuri rahmat.

3. Orang yang berada di majlis ilmu untuk tujuan menuntut ilmu, nescaya akan didoakan keampunan oleh penghuni langit dan bumi termasuk ikan yang ada didalam air.

4. Keutamaan orang yang berilmu berbanding dengan seorang ahli ibadah adalah ibarat bulan purnama dengan semua bintang yang ada (seorang yang berilmu itu umpama bulan yang bersinar dan menyinari cahaya, sedangkan ahli ibadah umpama cahaya daripada semua bintang-bintang).

5. Para ulama (ilmuan) adalah pewaris para Nabi kerana para Nabi mewariskan ilmu bukan harta (harta boleh habis sedangkan ilmu sentiasa berkembang).

6. Orang yang mencari dan mempelajari ilmu bermakna ia telah mengambil bahagian yang sangat besar daripda harta yang diwariskan oleh para Nabi.

Marilah kita berusaha sentiasa terus belajar bagi mendalami ilmu. Jadikanlah diri kita orang yang bermaklumat bukan hanya pak turut. Semoga dengan cahaya ilmu, akan menjadi penyuluh hidup dan mempermudahkan kita jalan ke syurga.

Semoga 2019 ini menjadikan kita orang yang cerdik dan bijaksana kerana sentiasa belajar untuk menjadi orang yang berilmu.