Perlukah Manusia Bersopan Santun Dan Bersifat Malu

Miliki Sifat Santun dan Malu

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ زَعَمَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ قَالَ أَشَجُّ بْنُ عَصَرٍ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِيكَ خُلَّتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قُلْتُ مَا هُمَا قَالَ الْحِلْمُ وَالْحَيَاءُ قُلْتُ أَقَدِيمًا كَانَ فِيَّ أَمْ حَدِيثًا قَالَ بَلْ قَدِيمًا قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَبَلَنِي عَلَى خُلَّتَيْنِ يُحِبُّهُمَا

Telah menceritakan kepada kami Yunus ia berkata, Abdurrahman bin Ubay berkata, Asyajj bin Ashr berkata, “Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang keduanya dicintai oleh Allah ‘azza wajalla.” Saya bertanya, “Sifat apakah itu?” baginda menjawab, “Al Hilm (santun / tidak mudah marah) dan rasa malu.” Saya bertanya lagi, “Apakah kedua sifat itu telah ada padaku sejak lama atau baru melekat?” baginda menjawab: “Sejak lama.” Saya berkata, “Segala puji Allah yang telah memberiku dua sifat yang dicintai-Nya.” (HR Ahmad No: 17160) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1. Dua sifat yang dicintai Allah kepada pemiliknya:

a. Al-Hilm – santun (tidak mudah marah)
b. Malu

2. Ibnu Allan: Malu adalah sifat yang mendorong seseorang untuk meninggalkan segala keburukan sama ada perkataan, perbuatan dan sikap yang dapat mencegah dirinya dari kelalaian.

3. Antara bentuk malu:

a. Malu melakukan kejahatan
b. Malu kerana merasa lemah
c. Malu kepada diri sendiri

4. Malu itu punca dari iman. Hadis Rasulullah SAW:

اَلحَيَاءُ والإِيمَانِ قُرَنَاءُجَمِيعًا فَإِذَا رَفَعَ أَحَدَهُمَارَفَعَ الآخَرَ

Rasa malu dan iman adalah sama, apabila salah satu daripadanya hilang, maka yang lain akan hilang juga (HR al-Hakim dan Tabrani)

Marilah kita miliki sifat hilm (santun/tidak mudah marah) dan malu yang dicintai Allah.

Leave a Reply